Kupang, 13 Agustus 2026 – Poltekkes Kemenkes Kupang menerima kunjungan Tim Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Kamis (13/8/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka visitasi kesiapan Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai mitra penyelenggara Kegiatan SMK Go Global, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki daya saing di pasar kerja internasional.
Tim Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi dipimpin oleh Aldi Husaini Batubara, S.Tr.IP., Pengasuh Praja, selaku ketua rombongan, bersama Putri Lutfiyani, S.H., Penyuluh Hukum Ahli Pertama, dan Dhanny Alifpri, S.T., Analis Kebijakan Ahli Pertama.
Kedatangan tim disambut oleh jajaran pimpinan Poltekkes Kemenkes Kupang, di antaranya Wakil Direktur I, Wakil Direktur III, serta Kepala Unit Bahasa. Dalam pertemuan tersebut, Poltekkes Kemenkes Kupang diwakili antara lain oleh Wakil Direktur III, Margareta Teli, S.Kep., Ns., M.Sc.PH., Ph.D., dan Kepala Unit Bahasa, Nurlaelah Al-Tadom, SST.,M.Keb.
Kunjungan diawali dengan diskusi mengenai kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, instruktur, kurikulum pelatihan, sarana dan prasarana, serta berbagai aspek teknis yang diperlukan dalam mendukung pelaksanaan program SMK Go Global.
Sebagai bagian dari proses visitasi, tim juga meninjau secara langsung sejumlah fasilitas pendukung yang dimiliki Poltekkes Kemenkes Kupang, antara lain perpustakaan, laboratorium bahasa, klinik, Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa), serta ruang-ruang kelas yang direncanakan dapat mendukung pelaksanaan program pelatihan.
Melalui kerja sama yang sedang dipersiapkan tersebut, Poltekkes Kemenkes Kupang diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pelatihan caregiver sekaligus pusat penguatan kompetensi bahasa asing, khususnya Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, dan Bahasa Inggris. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan peserta sebelum memasuki pasar kerja global, terutama pada sektor pelayanan kesehatan dan caregiver yang memiliki peluang besar di berbagai negara.
Dalam diskusi, kedua pihak juga membahas berbagai tantangan yang perlu dipersiapkan sejak awal, termasuk ketersediaan dan peningkatan kapasitas instruktur, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan negara tujuan, penguatan kompetensi bahasa, kesiapan fasilitas pelatihan, serta mekanisme pendampingan peserta hingga memasuki dunia kerja internasional.
Poltekkes Kemenkes Kupang juga menyampaikan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah afirmasi. Dukungan pemerintah pusat melalui program peningkatan kompetensi dan akses terhadap peluang kerja internasional diharapkan dapat semakin membuka kesempatan bagi generasi muda NTT untuk memperoleh pelatihan berkualitas serta mengakses pasar kerja global secara aman, terampil, dan profesional.
Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, Poltekkes Kemenkes Kupang menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global, terutama melalui kapasitas yang dimiliki dalam pendidikan kesehatan, pelatihan caregiver, pengembangan kemampuan bahasa asing, penyediaan instruktur, serta pemanfaatan berbagai fasilitas pembelajaran.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya Poltekkes Kemenkes Kupang dalam memperluas jejaring dan meningkatkan daya saing lulusan serta masyarakat NTT agar tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kemampuan komunikasi, pemahaman budaya kerja internasional, serta kesiapan beradaptasi di lingkungan global.
Kunjungan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Hasil visitasi selanjutnya diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama yang lebih konkret antara Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Poltekkes Kemenkes Kupang, sehingga dapat diwujudkan dalam program pelatihan dan pendampingan yang memberikan manfaat nyata bagi calon tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Nusa Tenggara Timur.